Gallery

Tenun Baduy: Warisan Budaya yang Masih Bertahan

Indonesia memiliki bearagam suku dan budaya menciptakan banyak sekali barang-barang kerajinan yang sering terkait dengan kegiatan-kegiatan adat. Salah satunya adalah kain tenun dari masyarakat Baduy di Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes.

Kain tenun dari Suku Asli Banten ini umumnya berwarna putih dan biru tua. Selain itu, teksturnya juga kasar dan motif sederhana menjadi ciri khas kain yang dibuat dengan cara tradisional ini.

Umumnya proses tenun dilakukan setelah musim panen sebab dimasa-masa tersebut kaum wanita tidak banyak disibukkan untuk mengolah hasil panen dan kaum pria lebih banyak berada di ladang atau sawah. Meski begitu, kegiatan menenun tidak hanya dilakukan oleh wanita dewasa. Mulai dari anak-anak hingga remaja mereka dibiasakan untuk menenun sebagai salah satu cara membunuh waktu.

Hasil tenun kemudian akan digunakan dalam kegiatan-kegiatan adat. Terutama pada suku Baduy dalam yang sangat ketat mengatur perihal pakaian, adat hanya memperbolehkan pakaian terbuat dari kapas dan tidak boleh menggunakan mesin jahit dalam pembuatannya.

 

[Foto dan Teks: Aulia Rachman]

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s