Gallery

Pemusnahan Barang Bukti Kejahatan SDA

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, memusnahkan barang bukti tindak pidana konservasi sumber daya alam dari satwa langka.

Beberapa diantaranya, satu buah kerapas penyu, satu buah offestan penyu, satu buah offestan kepala buaya, satu buah taring harimau dan beberapa aksesoris dari kulit harimau.

Hal ini menarik perhatian sebab menurut catatan Profauna, perdagangan satwa liar pada 2015 meliputi 96 ekor trenggiling hidup, 5.000 kg daging trenggiling beku, dan 77 kg sisik trenggiling yang terungkap di Medan pada April 2015.

Juga penyelundupan 10 kg insang pari manta, 4 karung berisi campuran tulang hiu dan pari manta, 2 karung tulang hiu dan 4 buah sirip hiu di Flores Timur pada Juli 2015.

Dan penyelundupan 1 kontainer 40 feet cangkang kerang kepala kambing senilai Rp20,422 miliar pada Agustus 2015 di Tanjung Priok, Jakarta, yang akan diekspor ke Cina.

Dari jenis satwa yang diperdagangkan sebanyak 17 kasus (25%) kasus melibatkan satwa laut (penyu, pari, hiu, dan lainnya). Kelompok satwa lainnya yaitu jenis kucing besar (harimau, kucing hutan, dan lain-lain) sebanyak 16 kasus (24%), burung paruh bengkok 12 kasus (18%), primata 11 kasus (16%), dan berbagai jenis burung berkicau ada 10 kasus (15%) (Profauna, 2015).

Banyaknya kasus Perdagangan satwa ditahun 2015 tersebut tentu menuntut pihak kepolisian beserta Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) untuk lebih proaktif menangani masalah ini.

 

[Foto dan Teks: Aulia Rachman]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s